Artikel kali ini membahas review buku diluar Neurologi atau kedokteran :)…
Buku ini menarik sekali dari segi penyampaiannya, di sini penulis ialah seorang ibu sekaligus akademisi yang telah menemuh S3 di Finlandia selama 10 tahun dan memahami langsung kondisi pendidikan di Finlandia. Penulis ialah Ratih D. Adiputri, akademisi Indonesia yang kini peneliti post-doc bidang ilmu politik di Universitas Jyväskylä, Finlandia Tengah.
Sekilas Finlandia
Finlandia masuk ke dalam negara Skandinavia yang dianggap sebagai negara dengan warga paling bahagia di dunia berdasarkan kriteria oleh Sustainable Development Solutions Network for the United Nations. Perlu kita ketahui bahwa negara-negara dengan tingkat kebahagian yang berada pada tanking atas ternyata tidak mendominasi perkancahan politik di dunia. Berpenduduk sekitar 5 juta jiwa, negara yang terletak di belahan bumi utara ini dikenal dengan sistem pendidikannya yang baik.
Sistem Pendidikan di Finalndia dan Tes PISA
Beberapa tahun terakhir Finalndia berhasil menempatkan siswa-siswinya sebagai murid yang cerdas dengan standard tes “PISA” (Programme for International Student Assessment) bersaing dengan negara-negara Asia lainnya seperti: China, Taiwan, Singapore, Jepang, Hong kong dan Korea Selatan. Tes PISA biasa dilakukan pada kelas 8 atau 9 tahun (berusia 15 tahun). PISA menguji kemampuan pada pemahaman tes, matematika, dan sains. Indonesia tercinta sendiri termasuk di bawah rata-rata untuk tes PISA, bahkan dibawah Thailand dan Vietnam :(…
Sistem pendidikan di Finlandia mengedepankan 8 kompetensi di antaranya:
(1) belajar untuk belajar
(2) mampu berkomunikasi dengan bahasa ibu
(3) mampu berkomunikasi dalam bahasa asing
4) kompetensi di bidang sosial dan sipil
5) kesadaran akan budaya dan ekspresinya
6) keterampilan digital
7) kompetensi matematika dan ilmu dasar teknologi
8) rasa untuk terus berinisiatif dan kreatif
Proses belajar yang dianut ialah belajar sepanjang hayat. Jadi bukan hanya ilmu kedokteran yang bersifat long life learning, negara Finlandia berprinsip bahwa warganya wajib belajar sepanjang masa.
Berikut beberapa keungulan sistem pendidikan di Finlandia, terutama untuk pendidikan dasar:
- Pendidikan untuk semua warga dan mudah diakses, tentu dengan biaya terjangkau. Pemerintah sangat mendukung sistem pendidikan yang bermutu tinggi, tidak main-main, pemerintah mewajibkan seorang guru SD berkualifikasi S-2/master dan S-3/Ph. D untuk dosen Universitas. Guru adalah profesi yang bergengsi dan sangat di hargai di Finlandia.
- Jenjang pendidikan yang tidak bersifat kompetitif untuk pendidikan dasar (1-9 tahun). Pendidikan dasar bertujuan untuk mengembangkan semua bakat dan minat anak-anak untuk tumbuh, bukan memberikan mereka tekanan tinggi pada pelajaran sehingga dengan begitu hasil pembelajaran bersifat penilaian pribadi bukan penilaian kompetitif.
- Waktu belajar yang tidak padat dan lama seperti di Indonesia pada umumnya. Tujuannya agar anak didik dapat mengembang bakat dan ketertarikannya selain yang didapatkan di sekolah formal. Waktu pelajaran yang panjang hanya membuat siswa lelah dan tidak mampu menangkap pelajaran sama sekali, selain itu di Indonesia terlalu menekankan pada ranking.
- Tidak ada PR (Pekerjaan Rumah). Ya benar, tidak ada PR. PR hanya akan membuat peserta didik menjadi stres dan mengurangi waktu bermain mereka di “luar jam sekolah”. Anak murid perlu mengembangkan hal-hal lain selain pelajaran sekolah untuk bekal mereka hidup dimasa depan nanti. Lagi pula memberikan tugas PR menandakan bahwa guru tersebut tidak yakin akan metode pelajaran yang diberikan kepada muridnya, sehingga mereka ingin menguji tingkat pemahaman siswa dengan memberi PR.
- Kurikulum yang didesain dengan baik dan terencana. Perubahan kurikulum di Finlandia dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai perkembangan zaman. Tidak mendadak seperti di Indonesia, yang berganti kurikulum jika menteri nya berganti. Pendidikan di Finlandia menekankan pentingnya pendekatan setiap mata pelajaran berdasarkan logika dan siswa dituntut kritis, bukan hafalan semata. Semua bidang keilmuan disertifikasi, termasuk adanya sertifkat untuk memperoleh pekerjaan sebagai seorang supir.
Bagi pembaca yang tertarik dengan sistem Finlandia, dapat membaca lebih dalam buku yang ditulis oleh beliau…Semoga sistem pendidikan di Indonesia terus berbenah dan semakin baik…amiinnn…