FOUR Score Menggantikan GCS Score?

Pemeriksaan tingkat kesadaran merupakan hal yang krusial baik di bidang kedokteran umum ataupun neurologi. Penilaian kesadaran dapat dilakukan secara kuantitatif ataupun secara kualitatif.

Glasgow Coma Scale (GCS) sudah diperkenalkan sejak tahun 197 yang merupakan suatu instrumen pertama yang digunakan secara luas untuk menilai kesadaran secara lebih objektif. Awalnya penilaian GCS lebih berfokus kepada cedera kepala, namun seiring waktu telah diterapkan pada gangguan lainnya seperti ensefalopati metabolik.

Pada tahun 2005, Wijdicks et al. memperkenalkan instrumen baru yang lebih baik dalam menilai tingkat kesadaran secara kuantitatif. Penilaian yang disebut Full Outline UnResponsiveness (FOUR) Score menawarkan kelebihannya dibandingkan GCS, terdapat penilaian kompoen brainstem dan pola nafas yang selama ini menjadi kekurangan pada penilaian GCS. Rentang skor nilai juga lebih lebar 0-16 dibandingkan GCS 3-15.

Saat ini penilaian di ICU dan khususnya neuro-ICU beberapa rumah sakit mulai banyak menerepakan skoring dengan FOUR score, karena sebagian pasien banyak yang terintubasi (tidak bisa menilai komponen verbal yang ada pada GCS). Walaupun memiliki bebeapa keunggulan, namun FOUR score memliki kekurangan yaitu, lebih sulit untuk menilai brainstem pada tenaga medis yang kurang terlatih, pemeriksaan memerlukan waktu yang lebih lama, dan kurang akurat menilai pasien tanpa terpasang ventilator (monitoring pola nafas suit dinilai), sehingga untuk seting IGD, penilaian GCS jauh lebih praktis.

Beberapa center pendidikan telah banyak melakukan validasi dan reliabilitas pada penilaian FOUR Score dan mendapatkan bahwa penilaian sebenarnya dapat dilakukan oleh semua tenaga medis dari dokter spesialis, residen, hingga perawat ICU. Seyogyanya, semua rumah sakit yang memiliki ICU dan merawat pasien dengan penurunan kesadaran, hafusnya mampu menerapkan penilaian FOUR Score, khusunya jika pasien terpasang dengan ventilator mekanik. Kesulitan lainnya, jika penilaian pasien di IGD suatu rumah sakit dilakukan dengan sistem GCS sedangakan di ICU dnegan FOUR score, maka evaluasi pasien menjadi sulit, karena mempunyai pendekatan penilaian yang berbeda, walaupun terdapat beberapa penelitian yang mencoba mengkonversikan rentang skor pada GCS terhadap FOUR.

Sudah hampir setengah abad sistem GCS digunakan secara luas diseluruh dunia, namun sepertinya belum sepenuhnya mampu menggantikan GCS yang pertama kali diperkenalkan oleh Teasdale and Jennett

Referensi:

  1. Teasdale G, Jennett B. Assessment of coma and impaired consciousness. A practical scale. Lancet. 1974;2:81– 84.
  2. Wijdicks EF et al. Validation of a new coma scale: The FOUR score. Annal Neuro. 2005;58(4):585-93

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *