Rumah Sakit Pusat Otak Nasional di Indonesia

Seiring perkembangan waktu, ilmu kedokteran semakin berkembang dibidang spesialistik dan subspesialistik. Sehingga di suatu rumah sakit selayaknya dibutuhkan fasilitas dengan pelayanan khusus yang terpadu meliputi sumber daya dan fasilitas penunjang. Rumah sakit besar umumnya mempunyai pusat khusus untuk pelayanan tertentu seperti: pusat jantung, pusat kanker, dan pusat saraf. Di negara yang sudah maju, seperti AS, Inggris, Jepang Australia, dan Singapore, pusat-pusat tersebut telah berkembang.

Jika melihat perkembangan pelayanan khusus seperti pusat jantung di beberapa rumah sakit Indonesia, sudah mulai banyak dibangun fasilitas jantung regional di berbagai penjuru Indonesia. Rumah sakit utama rujukan provinsi pada dianjurkan untuk membangaun pusat jantungnya sendiri yang tentunya dalam upaya mengantisipasi overload pelayanan pusat jantung yang selama ini berada di Harapan Kita Jakarta.

Saat ini untuk pelayanan saraf  terpadu di Indonesia, sudah dibangun Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) Prof. Mahar Mardjono yang berlokasi di Jakarta Timur dan juga mulai didirikannya Brain Center/neuro center yang mulai banyak dibangun baik di RS rujukan provinsi atau RS swasta. Dengan melihat prevalensi stroke yang meningkat setiap tahunnya sebagai penyebab kematian no. 1 di Indonesia, idealnya setiap Provinsi memiliki RS Pusat Otak.

Secara umum pusat saraf atau otak memliki fasilitas berupa: Stroke unit, pelayaan trombolisis dan/trombektomi, EMG, EEG, PSG, TCD, TMS, Klinik Memori, MRI/MRA, DSA dan sebagainya dan tentu saja dengan subspesialis yang lengkap.

Tidak hanya sebgai pusat pelayanan klinis, rumah sakit pusat otak tentulah dituntut mampu melakukan riset baik di bidang klinis, epidemiologi hingga riset basic science. Tidak lupa RS Pusat Otak akan menjadi media untuk pendidikan dan pengajaran dokter residen dan fellowship.

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *