Pada artikel ini saya akan memberikan pengalaman mengikuti tes SIMAK UI (saya mengikutinya dua kali, pada tahun 2015 (paper test) dan 2021 (online). Tes SIMAK UI pascasarjana dibedakan dengan sarjana. Tes SIMAK pascasarjana meliputi S2, S3, Spesialis 1 dan Spesialis 2 yang dilakukan serentak semua program studi.
Aturan Umum
Setelah mendaftar dan membayar biaya pendaftaran tes di penerimaan.ui.ac.id peserta akan diberitahu waktu untuk mengikuti seleksi tes SIMAK UI.
SIMAK UI terdiri dari 2 tahapan tes: TPA 100 soal dan Bahasa Inggris 90 soal. Masing-masing tes diberikan waktu selama 90 menit dan jeda istirahat selama 15 menit. Untuk tes TPA sendiri akan mendapat nilai 4 jika benar, nol jika kosong dan -1 jika salah. Untuk tes bahasa inggris, format sangat mirip dengan TOEFL paper based, namun tanpa listening.
Pada sesi bahasa inggris sebaiknya mengisi semua jawaban, sedangkan untuk tes TPA apakah harus mengisi semua atau hanya menjawab yang pasti benar? saya sendiri berprinsip jika jawaban yang benar sangat banyak amaka sebaiknya isi semua jawaban, jika dirasa banyak jawaban yang masih ragu, maka isilah jawaban yang pasti benar.
Tes Potensi Akademik
Komponen tes TPA umumnya mengikuti format kebanyakan tes TPA standar tapi dengan tingkat kesulitan jauh lebih sulit. Terdiri dari 3 subtest: Verbal, Kuantitatif, Logika. Masing-masing peserta akan diberikan waktu untuk mengerjakan masing-masing subtest. Jika telah mengerjakan subtest verbal, maka akan lanjut ke tes kuantitatif dan tidak bisa kembali untuk mengerjakan subtest verbal.
Tes verbal sendiri hampir seluruhnya berupa soal analogi, tanpa adanya soal antonim dan sinonim. Soal sinonim dan antonim dilebur jadi satu bersama dengan soal analogi, sudah tentu jika tidak tahu arti kata akan kesulitan menyelesaikan soal analogi. Saya sendiri merasa kosa-kata yang muncul sangat terasa asing. Dipenghujung tes verbal akan ada soal pemahaman wacana yan terdiri dari beberapa paragraf untuk beberapa soal.
Tes kuantitatif merupakan soal yang banyak dikeluhkan peserta, karena cukup sulit dan banyak keluhan tidak mampu meneyelesaikan semua soal karena waktu yang dirasa kurang. Untuk subtest ini sebaiknya banyak berlatih hitungan dan bekerja dengan secepat mungkin. Hitungan umumnya dapat dikerjakan tanpa bantuan kalkulator, materi soal kebanyakan untuk tingkatan SMP-SMA, namun tingkat kesulitan dibuat lebih tinggi. Soal tidak akan jauh dari aritmatika, deret, rumus bangunan dsb.
Tes Logika dirasa mungkin lebih mudah dariapada 2 subtest sebelumnya, dan ini merupakan kesempatan untuk memperoleh piont yang tinggi. Soal terdiri dari silogisme dan logika analitik. Tingkat kesulitannya berbeda dari tahun 2016 dengan 2021 yang dirasa lebih mudah. Untuk soal logika analitik biasanya melibatkan susunan dengan dua bahkan tiga variabel.
Bahasa Inggris
Struktur dan Written Expression. Format subtest ini tidak jauh berbeda dengan TOEFL dengan tingkat kesulitan yang mungkin hampir sama (pendapat pribadi).
Reading. Disini meurpkan titik kritis, karena waktu pikiran sudah terkuras habis dan kita sudah mulai kelelehan seteah mengerjakan TPA dan tes bahasa inggris subtest 1. Soal wacana yang disajikan sangat panjang dan kosa-kata yang jarang muncul. Durability peserta akan sangat diujikan pada subtest reading ini.
Buku persiapan SIMAK UI?
Untuk tes TPA bisa dimulai dengan sering mengerjakan latihan di buku TPA standar yang banyak tersedia di toko buku. Namun perlu diketahui soal SIMAK UI jauh lebih susah membutuhkan penalaran tinggi, kritis, dan butuh sedikit kreativitas terutama untuk mengerjakan soal kuantitatif. Tes OTO BAPENAS tidak bisa dicomparable dengan SIMAK UI karena SIMAK UI jauh lebih sulit. Jika harus memilih buku TPA maka sebaiknya mempelajari buku Aristo Chandra, buku tersebut membahas dengan cukup sistematis bagian kuantitatif dilengkapi dengan tips dan trik yang cukup membantu.
Untuk persiapan bahasa inggris sendiri dapat mempelajari buku TOEFL yang standar seperti Longman atau Barrons. Banyak membaca artikel bahasa inggris juga akan sangat membantu meningkatkan kemmapuan membaca cepat dan kosa-kata.
“Ketika gagal merencanakan sesuatu, maka sesungguhnya kita sedang merencanakan kegagalan”
thank you for the information.