Stase atau rotasi neurologi, bagi seorang dokter muda atau istilah populernya “Co ass” (Co assistant) mungkin merupakan stase bagian kecil yang cukup menarik, karena disinilah untuk pertama kalinya seorang calon dokter akan mempelajari neurologi di dunia nyata, setelah terpapar ilmu teoritis di bangku kuliah preklinik baik dalam pemeriksaan fisik, neuroanatomi, dan patofisiologi penyakit neurologi.
Pemeriksaan Neurologi
Senjata apa yang pertama kali diperlukan untuk menghadapi pasien neurologi? Hammer refleks? …kenyataannya tidak semua diagnosis neurologis ditegakkan dengan pemeriksaan refleks. Bekal pertama kali menghadapi pasien neurologi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bidang kedokteran lainnya, anamnesis, diikuti pemeriksaan fisik yang relevan dan pemeriksaan penunjang yang sesuai (juga sesuai budget jika pembiayaan JKN).
Anamnesis sendiri menyumbang 80% untuk mengarahkan diagnosis, pemeriksaan fisik serta penunjang masing-masing berkontribusi sekitar 10%. Untuk dapat melakukan anamanesis yang baik, maka pengetahuan akan gejala penyakit harus dikenali, bahkan kemungkinan pengatahun akan bidang penyakit dalam juga dibutuhkan, sehingga banyak membaca literatur atau referensi akan sangat membantu.
Untuk melakukan pemeriksaan fisik yang baik, tentu saja terus berlatih dan tidak sungkan untuk bertanya kepada pembimbing yang mensupervisi, karena terkadang pemeriksaan fisik harus diajarkan secara bed side bukan hanya dengan membaca buku teks.
Pemeriksaan penunjang yang mungkin perlu dipelajari adalah membaca hasil CT scan atau MRI kepala. Jika sebelumnya sudah melewati stase radiologi akan sangat berguna.
Membuat Diagnosis Neurologi
Diagnosis dapat di bagi menjadi diagnosis klinis, diagnosis topis, diagnosis etiologi, dan diagnosis patologi. Umumnya sebagai proses pembelajaran, sering diminta untuk memuat diagnosis yang cukup lengkap, lakukanlah dan jangan lupa membaca referensi dan bertanya. Diagnosis neurologi sangat beragam, dengan manifestasi klinis yang luas dan terkadang membingungkan seperti vertigo dan ataksia, yang bagi pemula mungkin cukup sulit untuk sampai menegakkan etiologinya.
Selalu berlatih untuk membuat diagnosis yang spesifik, jika masih ragu dan kurang yakin, kita masih bisa menuliskan beberapa diagnosis bandingnya.
Tatalaksana Penyakit Neurologi
Ini tahapan yang mungkin para dokter muda belumlah familiar untuk semua penyakit, namun perlu diketahui tatalaksana awal seperti tatalaksana kejang, manajemen ABC pada pasien koma, pengobatan nyeri kepala primer. Beberapa kasus membutuhakan tatalaksana spesialistik, peran seorang dokter muda adalah mengetahui pasien yang harus dirujuk dengan segera atau bahkan dengan sesegera mungkin (seperti stroke akut). Kasus-kasus yang bermanfaat untuk dokter muda di praktik sehari-hari adalah: Stroke, epilepsi, cedera kepala, infeksi otak, nyeri kepala dan nyeri punggung.
Tips belajar neurologi bagi pemula:
- Anamnesis terstruktur merupakan senjata utama dalam menegakkan diagnosis, bukan hammer refleks hehe. Jika seandainya diberikan waktu 30 menit untuk memeriksa satu kasus neurologi, maka sebaiknya 20 dihabiskan untuk melakukan anamnesis.
- Pelajarilah “manifestasi/gejala/tanda” dari penyakit neurologi, tidak hanya “penyakitnya” saja. Karena kita akan menghadapai gejala atau tanda ketikan bertemu pasien pertam kali.
- Belajar untuk membuat suatu diagnosis banding sejak awal bertemu kasus, bahkan mulai dari keluhan utama saja. Jangan membaca pemeriksaan penunjang yang ada (misal CT scan kepala) sampai telah menegakkan diagnosis tersebut.
- Sering-seringlah terpapar kasus yang bervariasi. Bisa jadi satu kasus stroke akan mempunyai klinis dan perjalanan penyakit yang berbeda dengan stroke yang lainnya. Tidak akan selalu ada kasus dengan diagnosis klinis yang 100% identik.
- Buatlah catatan kecil, jangan ragu untuk menggambar bagan atau skema neuroanatomi, akan membantu pemahaman korelasi klinis dan anatomi.
- Belajarlah dari buku yang standar. Untuk neuroanatomi dapat membaca Blumenfeld atau Peter Duus. Untuk pemeriksaan neurologis dapat mempelajari buku 2 jilid yang diterbitkan oleh PERDOSSI. Sedangkan untuk buku teks neurologi, bisa membaca buku ajar yang diterbitkan oleh FKUI atau yang lebih ringkas seperti Lectures note Neurologi. Buku teks berat seperti Bradley atau Adams & Victor’s bukan konsumsi untuk tahap awal, walaupun dapat menjadi sumber refrensi yang bagus.
Semoga bermanfaat,
Referensi: Pengalaman penulis 😀