Tingkatan Analisis pada Riset Neuroscience

Neuroscience merupakan disiplin ilmu baru yang semakin berkembang. Bidang ilmu yang merambah ke neuroscience berasal dari berbagai latar belakang seperti: anatomi, fisiologi, biologi sel, genetika, farmakologi, neurologi, psikiatri, hingga matematika dan engineering. Aspek yang diteliti seperti fungsi motorik, persepsi, kognitif dan perilaku, hingga kesadaran.

Tahukah bahwa berdasarkan tingkatan kompleksitasnya, analisis neuroscience dapat dibagi menjadi sebagai berikut:

  1. Molecular Neuroscience. Otak merupakan organ paling kompleks di alam semesta yang terdiri dari molekul yang beragam dan sangat kompleks. Setiap molekul memiliki fungsi yang penting dan berbeda yang memungkinkan bagaimana setiap neuron dapat berkomunikasi.
  2. Cellular Neuroscience. Tingkatan berikutnya adalah cellular neuroscience yang berfokus pada bagaimana molekul-molekul bekerjasama memberikan sel neuron fungsi yang berbeda. Riset pada tingkatan ini umumnya mempertanyakan bagaimana neuron dapat berbeda fungsinya? bagaimana neuron dapat mempengaruhi neurona lainnya? bagaimana neuron saling terhubung selama proses perkembangannya? dan bagaimana neuron dapat melakukan perhitungan?
  3. System Neuroscience. “Konstelasi” neuron yang luar biasa membentuk sirkuit kompleks untuk melakukan fungsinya. Sistem visual, sistem motorik, memori dan lainnya memiliki sirkuit yang berbeda di otak. Pada tingkatan ini ilmuwan mempelajari bagaimana sirkuit neuronal yang berbeda seperti: menganalisis informasi, membentuk persepsi dari rangsangan luar, mengambil keputusan dan mengeksekusi gerakan.
  4. Behavioral Neuroscience. Bagaimana sistem neural bekerjasama untuk menghasilkan suatu perilaku yang terintegrasi? sebagai contoh: bagaimana memori dibentuk oleh sistem yang berbeda? bagaimana mood atau perasaan diregulasi oleh sistem neural? bagaimana mimpi dapat terbentuk? semua pertanyaan ini dipelajari pada tingkatan behavioral neuroscience.
  5. Cognitive Neuroscience. Mungkin tantangan terbesar dari neuroscience adalah memahami mekanisme neural yang bertanggung jawab pada aktivitas mental seperti: kesadaran, imajinasi, dan bahasa. penelitian pada tingkatan ini mempelajari bagaimana aktivitas otak dapat menghasilkan suatu pikiran.

Itulah 5 tingkatan analisis dalam neuroscience. Berkecimpung dalam neuroscience akan sangat bergantung latar belakang kelimuwan seorang neuroscientist. Apakah teman-teman berminat menjadi seorang neuroscientist? 😀

Referensi dan Sumber Gambar

  1. Bear MF, et al. Neuroscience Exploring the Brain 4th. 2016. Lippincott Williams & Wilkins.
  2. https://www.extremetech.com/extreme/179223-the-first-real-time-non-invasive-imaging-of-neurons-forming-a-neural-network.

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *