LVO Scale: Skrining Stroke Pembuluh Darah Besar

Trombektomi telah manjadi standar terapi pada stroke iskemik akut akibat oklusi pembuluh darah besar (LVO) hingga onset 24 jam. Dalam mengidentifikasi suatu LVO akan sangat mudah dengan CT angiografi di stroke senter. Namun, akan sulit jika identfikasi di prehospital oleh paramedik yang tidak dilengkapi peralatan imaging seperti mobile stoke unit (MSU).

Sebagai upaya dalam menapis pasien LVO, beberapa skala klinis dikembangkan dengan kemampuan performance yang bervariasi. Skala klinis seharunsya digunakan secara rutin sebagaimana halnya skrining FAST (face arm speech time). Berikut beberapa skala yang cukup populer dari beberapa negara:

  • Visual Aphasia Negelct (VAN)
  • Los Angeles Motor Scale (LAMS)
  • Rapid Arterial Occlusion Evaluation (RACE)
  • Cincinnati Stroke Triage Assessment Tool
  • Prehospital Acute Stroke Severity (PASS)
  • Gaze deviation, Facial palsy, Arm weakness, Visual loss, Speech disturbance (G- FAST)

Terdapat suatu skala yang dikembangkan oleh Japanesse Stroke Society dan telah diterapkan secara nasional sejak 2024,  yaitu LVO scale. LVO skala mengidentifikasi dengan skrining pada 3 gejala kortikal. Keunikan dari skala ini adalah adanya variabel nadi irreguler/AF yang tidak terdapat pada skala lainnya. Skala ini digunakan oleh paramedik dengan mengeidentifikasi 6 item yang cukup mudah dinilai:

  1. Nadi irreguler dengan palpasi tangan. Dapat juga suatu AF jika dilakukan dengan mesin EKG di RS
  2. Deviasi/forced konjugate. Mata akan melirik ke arah lesi iskemia otak
  3. Hemispatial neglect. Pasien akan mengabaikan salah satu sisi
  4. Afasia. Segala bentuk afasia sensorik, expresif atau global
  5. Kelumpuhan wajah
  6. Kelemahan tangan bagaian atas. Kelemahan bagian atas dapat sebagai kelemahan tangan atau bersamaan dengan kaki (hemiparesis).

Masing-masing item memiliki nilai 1. Total skor lebih atau sama dengan 2, maka mengarah suatu LVO yang perlu segera dirujuk ke pusat stroke yang mampu dilakukan trombektomi apabila diindentifikasi oleh paramedik atau jika LVO scale dinilai pada saat kedatangan pasien di RS maka perlu dilakukan angiografi segera. Pada kawasan/regional dengan fasilitas terbatas stroke center yang terbatas, maka cut off yang digunakan adalah skor 3. kemungkinan LVO akan semakin tinggi jika terdapat satu saja item yang menunjukkan lesi kortikal: Afasia, deviasi konjugate, dan hemispatial neglect. Sehingga pelaporan LVO scale perlu menuliskan semua item, tidak hanya total skor.

Referensi:

  1. Nguyen TTM, van den Wijngaard IR, Bosch J, van Belle E, van Zwet EW, Dofferhoff-Vermeulen T, Duijndam D, Koster GT, de Schryver ELLM, Kloos LMH, de Laat KF, Aerden LAM, Zylicz SA, Wermer MJH, Kruyt ND. Comparison of Prehospital Scales for Predicting Large Anterior Vessel Occlusion in the Ambulance Setting. JAMA Neurol. 2021 Feb 1;78(2):157-164. doi: 10.1001/jamaneurol.2020.4418
  2. Leto N, Bjørshol CA, Kurz M, Østerås Ø, Fromm A, Lindner TW. Prehospital identification of acute ischaemic stroke with large vessel occlusion: a retrospective study from western Norway. Emerg Med J. 2024 Mar 21;41(4):249-254. doi: 10.1136/emermed-2023-213236. 
  3. https://www.fdma.go.jp/singi_kento/kento/items/r4-2/01/shiryou2-1.pdf
  4. Gambar: https://evtoday.com/articles/2021-feb/baseline-stroke-core-and-time-from-onset-metrics-how-the-landscape-is-changing

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *