STANDING, Alternatif Pendekatan Vertigo Akut selain HiNTs

Gejala Vertigo sebagian besar merupakan kondsi ringan, namun dapat mengindikasikan suatu stroke, dan sering menjadi suatu kesalahan diagnosis. Deteksi vertigo diakibatan oleh stroke dapat dilakukan dengan pemeriksaan HiNTS, untuk sesi pemeriksaan HiNTS dapat dilihat pada artikel lainnya.

Terdapat suatu pemeriksaan yang terstruktur dan sederhana untuk menyingkirkan suatu stroke. Pemeriksaan STANDING dapat dianggap sebagai bentuk sederhana dan perbaikan pemeriksaan HiNTs. Pemeriksaan ini di kembangkan oleh dokter Italia dan dipublikasi pada tahun 2014. Perbedaan yang paling mencolok adalah STANDING disajikan dalam bentuk algoritma agar lebih mudah dimana pemeriksaan awal adalah melihat adanya nistagmus dengan kacamata Frenzel yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Urutan pemeriksaan STANDING meliputi beberapa pemeriksaan berikut:

  1. Penilaian keberadaan dan jenis nistagmus (SponTAneous, posisional, absen)
  2. Penilaian arah nistagmus (Nystagmus Direction)
  3. Head impulse test (HIT)
  4. Evaluasi posisi berdiri dan gaya berjalan (staNdinG)

Ditangan seorang dokter emergensi, pemeriksaan STANDING akan memberikan nilai sensitivitas 95% dan spesifitas 87% untuk menegakkan lesi sentral. Pemriksaan STANDING atau HiNTs keduanya sangat baik sebagai modalitas bed side yang cepat dan terpercaya. Nah, sekarang bagi kita yang akan menghadapai pasien vertigo, jenis pemeriksaan yang akan digunakan kita serahkan kepada pembaca. Saya pribadi tetntu saja nyaman menggunakan pemeriksaan HiNTs.

Referensi

Vanni et al. STANDING, a four step bedside algorithm for differential diagnosis of acute vertigo in emergency department. Acta Otorhinolaringologica Italica. 2014; 34: 416-426.

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *