Zero-Gravity, Pelindung Radiasi Generasi Baru dalam Prosedur Intervensi

Paparan radiasi selama suatu tindakan intervensi baik dibidang kardiologi, neurologi, kardiologi, radiologi dan yang lainnya merupakan hal yang mendapat perhatian khsusus. Secara umum prinsip mengurangi paparan selama tindakan intervensi dapat di rumuskan dengan 3 prinsip: time, shield, dan distance.

Zero-Gravity

Di bidang neurointervensi sendiri, bisa bilang hanya mampu memodifikasi Time dan Shield dalam upaya mengurangi radiasi. “Time” sendiri dimanipulasi dengan fps rendah saat flueoroskopi, serta bekerja dengan cepat dan efisien.

Untuk “Shiled” sendiri sebenarnya lead apron standar dengan ketebalan timbal 0,5 mm mampu membendung radiasi hingga lebih 95%. Sayang nya, apron standar tidak bisa melindungi semua area tubuh, termask lengan dan wajah. DIsampaing itu beratnya apron tentu mengurangi kenyaman bagi punggung operator. Hingga diperlukan alat pelindung radiasi yang maksimal namun ringan. Hingga lahirlah Zero-Gravity 😀 .

Zero-Gravity Radiation Protection SystemZero-Gravity dikembangkan oleh Biotronik, sudah banyak RS besar yang mengaplikasikannya, terutama negara2 maju. Untuk negara berkembang seperti Indonesia, alat ini mungkin mulai banyak digunakan setelah puluhan tahun lagi. karena harganya yang luar biasa untuk sebuah pelingdung radiasi… tentu RS akan memperhitungkan untuk membelinya tentunya… 😛 apalagi hanya cukup untuk melindungi seorang operator saja.

Penggunaan Zero-gravity terintalasi langsung dengan sistem cath lab., hingga ada rel khsus tempat bergantung. Ini tentu saja mengurangi beban tubuh untuk menahan apron yang konvensional. Apron yang besar dan tebal memperlihatkan kesan kokoh. Sementara bagian ata terlindungi oleh kaca timbal yang lebar.

Semoga saja alat ini suatu saat dapat tersedia luas di Cath Lab RS di Indonesia.    

Referensi:

https://www.biotronik.com/en-us/products/services/zero-gravity

Comments:

Your email address will not be published. Required fields are marked *